Sepatu ku Membawa ku Memandang Indonesia. Atas, Bawah, Laut & Darat, Ia Kaya!

Wisata Kepulauan Seribu, Dari Kenangan di Jembatan Cinta Sampai Senja di Pantai Perawan

Biaya perjalanan yang terbilang murah dan terjangkau menjadikan Kepulauan Seribu sebagai salah satu pilihan liburan termudah bagi warga ibu kota. Nggak perlu jauh-jauh harus buang-buang energi dan waktu di perjalanan seperti saat kita harus menikmati pantai dan alam bawah laut di luar kota, ke Kepulauan Seribu seenggaknya cuma memakan waktu maksimal 5 jam saja sampai kita tiba di tempat.
Aku masih ingat waktu pertama kali melancongi Pulau Tidung pada tahun 2013 silam. Trip wisata ini adalah pengalaman perdanaku bisa bermain di air. Pengalaman ini bisa kamu baca dalam artikelku yang berjudul: TIDUNG ISLAND: Through The Bridge and Get Your Love. Ini adalah pengalaman pertama bermain di pulau yang menurutku begitu berkesan. Selain keindahan alamnya, kenangan liburan bareng teman-teman yang solid dan menyenangkan membuat setiap detik perjalanan ini tak pernah terlupakan.

Pulau Tidung
Buat kalian yang berencana mau jalan sendiri atau ikut nebeng bareng Tour & Travel, jangan pernah lewatin pokoknya waktu dan momen bareng barbeque-an. Kalau sekarang-sekarang ini, momen makan malam bareng itu emang udah mulai dibuat praktis, sarannya sih supaya lebih bisa menikmati kebersamaan ya minta bareng-bareng bakar ikannya aja. Jangan mau dimanjainlah. Kan mau nyiptain kenangan bukan? 
Meskipun pengalaman ke pulau itu memang nggak terlupakan, tapi aku sih masih belum pengen lagi mau ke sana. Kenapa? Ya, karena belum pengen aja sih. Mungkin kalau udah punya pasangan baru mau ke sana lagi, buat foto bareng di jembatan cinta aaa (wewwww busyaetttttt :D). Karna kalau fotoan bareng sekarang kan kalau-kalau putus, kenangan manisnya malah kehapus karna keburu kepahitan duluan sama si doi..hehehehee.
Tapi bukan berarti aku nggak pengen lagi jalan-jalan cantik, bejemur eksotis di atas kapal yang nggak pake atap selama tiga jam. Mau kog. Mau banget malah biar kulitnya seksi nan eksotis hahahahaa. 
Ya, pengalaman keduanya aku ke sana ya ke pulau lain yang namanya Pulau Harapan. Waktu itu kalau nggak salah perginya pas hari Lebaran tahun 2016 deh. Kami ber-12 cewek semua. Kebayang gimana itu ya. Tapi kami tetep fun kog walau tanpa kaum adam. Ya, namanya cewek mandiri ya, gpp sih kalau mau jalan sendiri juga. Kita emang udah terlatih begitu udah dari lahir...hahahaa.
Anyway, bicara soal Pulau Harapan buat aku sih lebih yes ya dari Pulau Tidung. Kalau di Tidung itu, pulau-pulau kecil yang bisa di singgahinya juga terbilang sedikit, di Pulau Harapan malah sebaliknya malah sakin banyaknya, kita malah justru kekurangan waktu deh. Nggak cuma bisa jalan-jalan ngeliat pulau-pulau yang dibuat jadi resort atau pulau yang ada pemiliknya dan dibagun megah, tapi pesona alamnya nan indah bikin kita betah lama-lama loh di sana.
Pulau Gosong Perak

Berburu Sunset di Pulau Bulat

Penangkaran Penyu di Pulau Harapan

Secara infrastruktur, Pulau Harapan itu benner-benner pulau yang ditata dengan sangat baik, bersih dan terpelihara. Nggak heran kalau waktu sampai di pelabuhannya pun, kita bakal amaze sama warna lautnya nan toska dan bening banget. Belum lagi kiri kanan dibuat semacam pembudidayaan udang. Pokoknya bagus banget deh buat duduk-duduk cantik di kursi-kursi beton di pinggiran jalan masuk menuju perumahan penduduk di sana sembari menikmati angin pagi dan senja hari. 
Biayanya memang kalau dibandingin sama Tidung, lebih mahal Pulau Harapan. Biaya yang dipatok ke kami dari Tour Travelnya kalau nggak salah 350 ribu / org. Tapi itu aja udah benner-benner komplit. Nggak cuma pelayanan Tour Guide lokalnya yang menyenangkan tapi sampai makannya juga wuenak-wuenak dah. Kita dapet 3 kali makan sama barbeque-an. Kurangnya sih cuma ikan barbequenya kurang banyak. Itu aja sih.
Di Pulau Harapan, kita bisa melaut sembari snorkeling di Pulau Macan dan Pulau Putri. Trus foto-foto cantik di sepetak tanah yang muncul di atas laut yang namanya Pulau Gosong Perak. Trus lanjut ke Pulau Bira, Pulau Perak, sama penangkaran Penyu di Taman Biota Laut Pulau Harapan.
Kehadiran Pulau Gosong Perak di Pulau Harapan menjadi pembeda dari pulau-pulau lainnya. Belum lagi lautnya yang bersih dengan gradasi warna lautnya yang berbeda dari satu tempat dengan tempat lain. Bahkan di Pulau Harapan lah aku bisa menikmati snorkeling yang paling sempurna dibanding snorkeling lain yang pernah aku lakukan di pulau lain. Biota lautnya yang lebih banyak, terumbu karang yang masih terjaga dan ombak lautnya yang bersahabat membuat kami betah lama-lama di dalam air. Buat lebih tahu pengalamanku selengkapnya di Pulau Harapan bisa baca artikel ini: Pulau Harapan, Satu Dari Ribuan Pulau Kebanggaan Indonesia.
Setahun setelah pengalaman ke Pulau Harapan, aku kembali lagi ikut jalan-jalan. Pastinya belum lama ini sih tepatnya pas Lebaran 2017 ini juga. Aku bareng sama kawan-kawan menghabiskan liburan dua hari semalam (2D1N ) di Pulau Pari, tetangganya Pulau Harapan. Dari dua pulau sebelumnya, Pulau Pari adalah pulau yang jarak tempuhnya paling dekat dari pelabuhan Muara Angke, Jakarta. Ini juga adalah perjalanan perdanaku ke Pulau Pari. Jadi kalau harus membandingkan pengalaman naik kapalnya, Pulau Pari terbilang perjalanan laut terdekat yang pernah aku lakukan, hanya sekitar 2 jam saja kita sudah tiba di pulau kecil nan berangin itu.
Ya, berbekal pengalaman menyenangkan yang aku udah alami di Pulau Harapan, membuat ekspektasiku untuk Pulau Pari cukup tinggi. Pulau yang satu ini memang tetap terbilang menyenangkan dengan bentuk pulaunya yang unik dimana pulau ini berada pada posisi laut lepas yang membawa angin berhempus kencang, baik pagi, siang dan bahkan di malam hari. Posisi penginapan yang tepat berhadapan dengan laut menjadi salah satu keuntungan yang kami dapatkan dari perjalanan kali ini. Sayangnya, masyarakat di pulau ini kurang peduli dengan kebersihan sekitar. Sampah-sampah bahkan bisa dijumpai di mana-mana, mulai di darat sampai di lautnya.
Meski begitu, aku tetap kagum dengan keunikan pulau ini karena bentuknya terbilang mungil dengan dua pantai yang mudah sekali dijangkau baik dengan sepeda atau jalan kaki saja. Di sisi kiri ada Pulau Bintang dan sisi kanannya Pulau Perawan. Kedua pantai inilah yang jadi andalan dari Pulau Pari karena menyuguhkan panorama berburu sunrise dan sunset yang indah nan mempesona.



Pantai Perawan di Pulau Pari
Pantai Perawan adalah salah satu pantai unik yang pernah aku kunjungi. Karena lautnya yang dangkal memungkinkan semua kalangan usia bisa bermain di sana. Selain itu, pantai ini juga punya segempol gundukan tanah tepat di tengah-tengah pantai yang dijadikan sebagai tempat untuk menikmati matahari yang mulai tenggelam di senja hari diiringi hembusan angin malam nan sejuk. Pohon-pohon bakau di sekitar pantai juga bisa menjadi spot yang sangat fotogenik.
Selain itu, pepohonan di sekitaran pantai juga sangat mendukung para pengunjung bisa betah berlama-lama di sana. Belum lagi ada beragam fasilitas permainan yang tawarkan di sana, mulai dari voli pantai sampai lapangan latihan menembak dan memanah (tapi untuk dua fasilitas bermain ini pengunjung harus bayar sesuai harga yang ditentuin di sana). 
Nggak beda jauh dari pantai Perawan, Pantai Bintang di sisi kiri pulau juga menyuguhkan pesona pantai nan indah. Pantai ini sangat pas jadi tempat beristirahat, menikmati semilir angin. Rimbunan pepohonannya dipasangi sejumlah ayunan kayu dan hammock yang bisa jadi tempat untuk berbaring sejenak dan menikmati senja. Sayangnya, posisi pantai ini tidak mendukung pengunjung bisa menikmati sunrise dan sunset dengan sempurna.
Ikon Pantai Bintang
Nah, untuk spot snorkelingnya kami mencobanya di Pulau Burung, yang ditempuh sekitar 30 menit dari pulau utama. Untuk snorkeling kali ini, aku harus kecewa karena ombak lautnya yang kencang dan biota lautnya yang kurang indah nggak membuat kami bisa betah lama di dalam air. Airnya keruh dan ikan-ikannya pun terbilang sangat sedikit, ditambah lagi kami nggak bisa cari spot lain yang lebih baik karena kondisi cuaca yang nggak memungkinkan.
Tapi berbekal informasi yang kami dapat dari nelayan setempat bahwa cara terbaik untuk bisa menikmati keindahan bawah laut Pulau Pari adalah dengan snorkeling di sore hari. Menurut penuturannya sih, gelombang pasang akan ketika menjelang senja hari. Selain itu, dia menganjurkan untuk mencari spot snorkeling lain yang tak terlalu ramai karena kondisi sekitar juga pastinya akan lebih baik jika dibanding dengan spot yang sudah biasa dijadikan tujuan snorkeling.

Meskipun kurang puas dengan pengalaman snorkelingnya, aku tetap rekomendasi sih Pulau Pari buat kalian yang suka cari spot yang fotogenik. Di sini, kalian bisa mendapat beberapa spot berpose yang cukup berbeda, salah satunya bisa kamu jajal di Pulau Perawan kala pagi dan senja hari.
Buat kamu yang pengen ke sana, nggak usah mikir kelamaan deh. Kalau buat sekedar lepas penat Pulau Pari bisa banget jadi tempatnya. Kamu Cuma perlu keluarin kocek 350 ribu kamu udah bisa nyantai-nyantai dua hari satu malam (2D1N ) di sana.

Buat yang penasaran pengen liat foto kenangan kita, bisa banget nih. 
Suasana pagi hari di Pulau Pari

Pantai tak terurus dekat dengan penginapan

pesona Pantai Perawan

Pantai Perawan kala senja tiba

Melancongi 5 Kota Wisata Terpopuler Jepang dalam Sepekan


source | Pinterest.com
Mengitari sebuah negara semacam Jepang bisa dilakukan dalam waktu singkat. Bagaimana jika dilakukan dalam sepekan? Tentu saja mungkin! Anda tak perlu khawatir, dengan terlebih dahulu mempelajari letak geografis, waktu liburan yang tepat dan juga rute perjalanan, Anda bisa dengan puas menikmati setiap sudut negeri Matahari Terbit ini.
Mulailah dengan 5 kota wisata populer Jepang ini. Kenali setiap keunikan masing-masing dan ketahui informasi penting berikut ini sebagai bekal bagi Anda untuk merencanakan wisata ke Jepang dengan matang dan terperinci.

1. Shirakawa


source || pinterest.com
Shirakawa adalah sebuah desa pegunungan yang terletak di puncak tertinggi Gunung Haku, yang merupakan bagian dari gugusan pegunungan Ryohaku. Desa ini berbatasan dengan dua desa yang nggak kalah menarik, yaitu Ishikawa dan Gokayama di Toyama. Kedua desa ini menarik dikunjungi di segala musim. Setiap musim memiliki keeksotisan sendiri-sendiri. Di Shirakawa sendiri, saat musim panas, hamparan padi yang berwarna hijau akan mendominasi pemandangan di desa itu. Saat musim dingin, setiap sudut desa ditutupi oleh putihnya salju. Sedang saat musim semi maupun gugur, warna-warni bunga dan daun mendominasi panorama desa yang lokasinya diapit oleh beberapa gunung seperti gunung Gozen, gunung Sanpou-Kuzure, gunung Mitsugatsuji, dan gunung Ningyo.  
Shirakawa dan Gokayama merupakan desa yang memiliki keunikan berbeda dibanding desa-desa lain di Jepang. Di sana terdapat rumah tradisional khas Jepang yang dibangun kira-kira pada 1875-an. Rumah tradisional ini dinamakan gassho. Atapnya berbentuk segitiga, mirip tangan dilipat dalam doa. Pada umumnya, rumah ini terdiri dari empat lantai. Untuk mencapai desa Shirakawa, pendatang bisa memulai perjalanan dari kota Takayama, Knazawa ataupun Takaoka. Dari kota-kota besar seperti Tokyo dan Nagoya bisa dijangkau dengan bis.

2. Kyoto

Kota Kyoto merupakan pusat hiburan di Jepang setelah Tokyo dan Osaka. Kyoto sangat identik dengan sosok para Geisha atau gadis-gadis Jepang yang kerap berbedak putih tebal dengan memakai kimono. Mereka menjadi pusat perhatian para wisatawan yang datang ke kota ini. Geisha berasal dari kata ‘gei’ yang berarti ‘seni’ atau pertunjukan dan ‘sha’ adalah orang. Jadi, geisha berarti ‘orang seni’ atau orang yang mengabdikan dirinya pada kesenian dan ketrampilan untuk menghibur. Mereka biasanya akan tampil di Gion Corner di Gion, Kyoto.

3. Ube



Jauh dari hiruk pikuk metropolitan Jepang, kota Ube menawarkan pemandangan taman kota, seni patung dan kedamaian hati tatkala bunga-bunga sakura bersemi. Ube bukanlah kota besar, tetapi ia menawarkan kenyamanan bagi para pendatang. Kota ini berada di bagian paling barat dari pulau Honshu. Bila melalui jalur darat, Ube berada di jalur utama penghubung antara Fukuoka di Pulau Kyushu dengan Tokyo, karena itulah jarang sekali pelancong yang singgah ke kota ini.
Tokiwa Koen atau taman Tokiwa menjadi ikon bagi kota Ube, dan sekaligus kebanggaan warga. Di taman ini terdapat sekitar 403 patung yang bisa dimainkan para pelancong. Taman ini juga menjadi salah satu lokasi terbaik di Jepang pada musim semi di saat bunga sakura mekar. Hampir 3.500 pohon sakura memanjakan mata saat hanami, aktivitas berkumpul sambil duduk di bawah pohon sakura untuk menikmati keindahan bunganya. Masa mekar bunga sakura sangat singkat, hanya sekitar dua minggu. Hal inilah yang membuat warga Ube selalu menyempatkan diri untuk ber-hanami di Tokiwa Koen.
Ube bisa ditempuh dengan perjalanan yang dimulai dari Bandara Narita, Tokyo. Dari sana dilanjutkan dengan menggunakan bis sekitar satu jam menuju Bandara Haneda dan dari sana menempuh perjalanan selama 45 menit.

4. Maizuru

 Bagi pelancong nama Maizuru mungkin tidak setenar Kyoto. Maizuru merupakan kota kecil di pantai utara Jepang, sekitar 90 menit dari Kyoto. Kota ini dikenal sebagai pangkalan militer Jepang yang dibangun saat terjadinya Perang Dunia dan akrab dijuluki sebagai Kota Repatriasi. Maizuru menjadi pelabuhan utama untuk mengembalikan prajurit Jepang dari Benua Asia pada 7 Oktober 1945 sampai 7 September 1958.
Menara Goro setinggi 50 meter merupakan tempat terbaik untuk menikmati Kota Maizuru. Letaknya tak jauh dari Museum Maizuru Repatriation. Pelancong juga bisa mengunjungi Japan Imperial Navy Memorial Hall. Gedung penuh kenangan ini dibangun pada 27 Mei 1964. Salah satu yang paling menarik adalah lukisan ‘Fukui-Maru’ karya Shotaro Tojo. Lukisan ini menggambarkan pasukan Jepang yang menyelamatkan diri dari kapal Fukui Maru yang nyaris tenggelam. Bingkai lukisan ini terbuat dari bangkai kapal lengkap dengan teritip yang menempel pada bagian pinggirannya.

5. Osaka


Osaka adalah sebuah kota modern yang pemandanganny didominasi oleh gedung-gedung pencakar langit. Tak heran kota ini menjadi salah satu pusat perbelanjaan terbesar di Jepang. Den Den Town adalah kawasan pusat perbelanjaan bagi para kolektor mainan dan video games. Dari sekian banyak toko yang terdapat di kawasan ini, Den Den Land merupakan tempat yang paling menarik perhatian. Sementara kawasan Namba merupakan pusat perbelanjaan besar di Osaka.
Di Osaka pelancong juga bisa mengunjungi pusat pembuatan ramen, yang merupakan seluk beluk sejarah ramen sebagai santapan khas Jepang. Pelancong juga bisa belajar cara pengolahan ramen secara langsung di Instan Ramen Museum.

Untuk melakukan serentetan perjalanan ke kota-kota wisata Jepang ini Anda bisa melakukan perjalanan dengan memulainya dari Shirakawa ke Maizuru lalu ke Kyoto. Dari Kyoto Anda bisa menentukan pilihan bisa menuju Ube atau Osaka. Jika Anda memilih Osaka, kota ini bisa menjadi titik  awal Anda menuju Ube dan kembali ke Osaka dan berakhir di Tokyo.  Pilihan lain menuju Ube bisa juga ditempuh dari kota Tokyo.

5 Cara Nyentrik Ngopi di Berbagai Negara

source || Pinterest.com
Lain lubuk lain ikannya. Beda negara beda pula cara ngopi-nya. Begitu kira-kira bunyi sebuah perumpamaan yang dipakai bahkan saat menikmati kopi di berbagai negara. Tentu saja hal ini juga terjadi di Indonesia, dimana setiap kota pasti punya cara untuk menikmati kopi. Untuk sebagian besar dari Anda tentu tahu cara ngopi masyarakat kita. Nah, kali ini mari agak sedikit lebih menerawang jauh ke negara-negara lain. Seperti perbedaan menikmati kopi di 5 negara ini:

Roma, Italia
Espresso menjadi populer setelah pabrik La Pavoni menyempurnakan mesinnya pada 1905. Menuangkan air yang amat panas ke bubuk kopi halus, dengan selapis crema di permukaannya. Warga Romania telah menyesap espresso sejak 1938 di Sant’Eustachio II Caffe , lokasinya di dekat Pantheon.

source | Traveller.com.au


Addis Ababa, Etiopia
Di negara asal kopi, pengunjung hanya dapat mengalami upacara kopi tradisional di rumah-rumah pribadi. Upacara ini juga termasuk memanggang biji kopi segar di atas batu bara dan menyeduh bubuknya tiga kali sembari  membakar dupa. Kini, warga modern mereguk kopi hitam, bahkan macchiato di kafe milik keluarga Tomoca di Piazza.

Macau, Tiongkok
Teh hitam, yang merupakan warisan pemerintahan Inggris di Hongkong, disaring dengan secarik kain. Lalu, dikombinasikan dengan susu kental mais dan kopi untuk membuat secangkir yuanyang. Di seberang Pearl River Delta di Macau, World Record Coffee telah menyajikan yuanyang selama 45 tahun, dengan pendamping berupa roti yang dibakar di atas arang dan dituangi sirup susu.

source | Pinterest.com
Ho Chi Minh City, Vietnam
Orang Prancis memperkenalkan kopi di Vietnam pada 1857. Diracik dengan penyaringan metal porsi tunggal (disebut phin) yang bertumpu pada cangkir berisi susu kental manis. CCampuran ini diaduk dan dituang ke atas es. Cicipi di patio kopi Trung Nguyen, salah satu waralaba terbesar negara ini di Pham Ngu Lao Street nan ramai.

Stockholm, Swedia
Swedia termasuk negara pengonsumsi kopi terbesar di dunia, yang mungkin pengaruh tradisi fika. Coffee Break harian sambil mengudap, biasa dilakukan di rumah, tempat kerja, atau kafe seperti Vete-Katten di Stockholm. Roti kayu manis atau semlor-nya yang termasyhur merupakan pasangan serasi untuk secangkir kopi hangat.
Sudah pernah coba yang mana? Silahkan dicoba jika Anda penasaran dengan nikmat rasanya!

Pulau Harapan, Satu Dari Ribuan Pulau Kebanggaan Indonesia



Source: Private Picture | Dermaga Pulau Harapan

Riuh pelancong di hari lebaran tahun ini begitu terasa di pelabuhan Muara Angke, Kali Adem, Jakarta Utara. Pelabuhan yang merupakan pusat aktivitas nelayan ini tetap saja dipadati kendati hari itu genangan air yang meluap di sepanjang jalan menuju dermaga mencapai setinggi betis. 

Kebanyakan dari pejalan adalah anak remaja dan dewasa yang tampaknya tidak merayakan hari lebaran. Libur panjang pun dimanfaatkan dengan berlayar menuju destinasi wisata bahari di Kepulauan Seribu, seperti Pulau Tidung Besar dan Kecil, Pulau Pari, Pulau Pramuka, Pulau Harapan, dan Pulau Kelapa.  

Setiap pelancong baik rombongan maupun individual tampak berduyun-duyun memasuki gerbang Pelabuhan Kali Adem. Tepat di depan gerbang masuk, petugas pelabuhan berdiri menagih tiket masuk dermaga yang dipasok Rp2000 per kepala. Tepat di tepian dermaga bertengger sejumlah kapal penumpang sesuai dengan destinasinya masing-masing. Salah satunya adalah kapal menuju satu dari ribuan pulau di kepulauan seribu yaitu Pulau Harapan.

 
Source: Private Picture | Pelabuhan Kali Adem

Penyeberangan dengan kapal menuju Pulau Harapan memakan waktu 3 jam. Ombak di hari itu tampak kurang bersahabat dan membuat kapal berulang kali terhempas kuat dan membuat para penumpang sekarat akibat mabuk laut, termasuk rombongan kami. Untungnya, kapal tiba dengan selamat di dermaga Pulau Harapan. 

Nggak salah jika mereka yang sudah menyambangi pulau ini mengaku terpesona dengan keindahannya. Mengapa tidak? Bahkan saat menginjakkan kaki pertama kali di dermaga, para pelancong akan merasakan sensasi keindahan perpaduan warna biru dan hijau toska air lautnya. Selain itu, tata ruang pulau kecil ini bahkan terbilang apik dan menawan; asri dan bersih. Jembatan beton dan tembok-tembok tampak terlihat di jalan sepanjang gerbang masuk Pulau Harapan. Di sisi kiri dan kanan tampak genangan air yang disengaja sebagai pengembangbiakan ikan air tawar maupun kepiting. Beberapa meter dari dermaga, di sisi kirinya, terdapat sebuah pamphlet bertuliskan Taman Terpadu dimana para warga setempat mencari nafkah dengan berdagang. Sementara perumahan penduduk berjejer rapat dengan lorong-lorong kecil yang memisahkannya. Perumahan inilah yang kemudian dijadikan sebagai homestay (penginapan, red) bagi para pelancong yang datang berkunjung. 

Pulau Harapan dan Sejuta Surga Tersembunyinya
Jika Pulau Tidung Besar dan Kecil menyimpan pesona Pantai Pasir Putihnya dan juga Bridge Love (jembatan cinta, red)-nya, maka Pulau Harapan menyajikan lebih daripada itu. Keindahan biota bawah lautnya menjadi keunggulan dari pulau yang satu ini. Anda tak akan kecewa menikmati aktivitas snorkeling di sini.

 
Source: Private Picture | Hopping Harapan Island

Sebagai pulau yang sudah ditetapkan sebagai pulau Resort, pulau wisata, rekreasi dan konservasi (mangrove, penyu dan burung elang), Pulau Harapan telah diakui memiliki biota bawah laut yang begitu mempesona. Yang paling membanggakan adalah kesadaran masyarakat akan pentingnya melestarikan terumbu karang dan biota laut di pulau-pulau tersebut. 

Bagi yang hendak menikmati aktivitas snorkeling bisa mencoba spot di Pulau Genteng, Pulau Bira, Pulau Macan dan Pulau Perak.  Pulau-pulau ini bahkan memiliki pantai berpasir putih yang biasanya dijadikan para pelancong sebagai tempat berburu sunrise dan sunset.
Source: Private Picture | Hopping Pulau Gosong

Saat mencelupkan kepala kebawah lautnya, Anda akan menemukan beraneka jenis hewan laut, mulai dari bintang laut, ubur-ubur, ikan pari serta ratusan ikan kecil warna-warni yang menari-nari mengitari Anda. Jika ingin merasakan sensasi lain, cobalah mengundang ikan-ikan menghampiri Anda. Sebagai modal PDKT cobalah memberikan ikan-ikan tersebut makanan kecil di tangan Anda. Dalam sekejap mereka akan kehilangan rasa malu dan mencoba mendekati Anda, tentunya untuk mendapatkan imbalan sesuap makan. Dikelilingi ratusan ikan-ikan kecil menggemaskan tentu saja menjadi momen yang patut diabadikan dengan kamera underwater Anda. 

Jika beruntung, pelancong bahkan bisa berjumpa dengan lumba-lumba yang tengah beratraksi di pagi hari di sekitar Pulau Kotok, tempat penangkaran elang Bondol (burung yang menjadi maskot kota Jakarta, red) dan elang Laut, terletak sekitar 40 menit dari Pulau Harapan. 

Pulau Harapan Lestarikan Populasi Penyu
Pulau Harapan adalah salah satu tempat penangkaran penyu di tanah air. Berlokasi di Pulau Kepala Dua, penangkaran ini secara langsung dikelola di bawah Kementerian Kehutanan Republik Indonesia (RI). Penangkaran ini diperuntukkan untuk memulihkan kembali populasi penyu yang nyaris punah. Pihak pengelola sebisa mungkin merawat anak-anak Penyu (jenis Sisik atau Eretmochelys imbricate) hingga mereka tumbuh dewasa dan siap dilepas kembali ke alam.   


Source: Private Picture | Tempat Penangkaran Penyu Pulau Harapan
Catatan
Sama seperti judul artikel ini, Pulau Harapan patut menjadi salah satu pulau kebanggaan Indonesia. Tentu saja hal ini tidak muluk-muluk! Jika ribuan pulau lain di tanah air menyuguhkan pesona unggulannya masing-masing, Pulau Harapan pun begitu. Menyaksikan keindahan bawah lautnya menjadi momen yang akan selalu dirindukan pelancong. Biru laut dan penataan apik pulau-pulaunya memberi daya tarik tersendiri bagi mata yang memandang. Tak hanya itu, pulau seluas 6.7 hektar ini bahkan patut dibanggakan karena keramahannya. Hal inilah yang kami dapati dari seorang ibu yang melayani kami. Semburat senyum dan tuturnya yang begitu lembut benar-benar berasal dari ketulusan.
Source: Private Video | Lori Mora 
Powered by Blogger.