Sepatu ku Membawa ku Memandang Indonesia. Atas, Bawah, Laut & Darat, Ia Kaya!

Showing posts with label jepang. Show all posts
Showing posts with label jepang. Show all posts

Melancongi 5 Kota Wisata Terpopuler Jepang dalam Sepekan


source | Pinterest.com
Mengitari sebuah negara semacam Jepang bisa dilakukan dalam waktu singkat. Bagaimana jika dilakukan dalam sepekan? Tentu saja mungkin! Anda tak perlu khawatir, dengan terlebih dahulu mempelajari letak geografis, waktu liburan yang tepat dan juga rute perjalanan, Anda bisa dengan puas menikmati setiap sudut negeri Matahari Terbit ini.
Mulailah dengan 5 kota wisata populer Jepang ini. Kenali setiap keunikan masing-masing dan ketahui informasi penting berikut ini sebagai bekal bagi Anda untuk merencanakan wisata ke Jepang dengan matang dan terperinci.

1. Shirakawa


source || pinterest.com
Shirakawa adalah sebuah desa pegunungan yang terletak di puncak tertinggi Gunung Haku, yang merupakan bagian dari gugusan pegunungan Ryohaku. Desa ini berbatasan dengan dua desa yang nggak kalah menarik, yaitu Ishikawa dan Gokayama di Toyama. Kedua desa ini menarik dikunjungi di segala musim. Setiap musim memiliki keeksotisan sendiri-sendiri. Di Shirakawa sendiri, saat musim panas, hamparan padi yang berwarna hijau akan mendominasi pemandangan di desa itu. Saat musim dingin, setiap sudut desa ditutupi oleh putihnya salju. Sedang saat musim semi maupun gugur, warna-warni bunga dan daun mendominasi panorama desa yang lokasinya diapit oleh beberapa gunung seperti gunung Gozen, gunung Sanpou-Kuzure, gunung Mitsugatsuji, dan gunung Ningyo.  
Shirakawa dan Gokayama merupakan desa yang memiliki keunikan berbeda dibanding desa-desa lain di Jepang. Di sana terdapat rumah tradisional khas Jepang yang dibangun kira-kira pada 1875-an. Rumah tradisional ini dinamakan gassho. Atapnya berbentuk segitiga, mirip tangan dilipat dalam doa. Pada umumnya, rumah ini terdiri dari empat lantai. Untuk mencapai desa Shirakawa, pendatang bisa memulai perjalanan dari kota Takayama, Knazawa ataupun Takaoka. Dari kota-kota besar seperti Tokyo dan Nagoya bisa dijangkau dengan bis.

2. Kyoto

Kota Kyoto merupakan pusat hiburan di Jepang setelah Tokyo dan Osaka. Kyoto sangat identik dengan sosok para Geisha atau gadis-gadis Jepang yang kerap berbedak putih tebal dengan memakai kimono. Mereka menjadi pusat perhatian para wisatawan yang datang ke kota ini. Geisha berasal dari kata ‘gei’ yang berarti ‘seni’ atau pertunjukan dan ‘sha’ adalah orang. Jadi, geisha berarti ‘orang seni’ atau orang yang mengabdikan dirinya pada kesenian dan ketrampilan untuk menghibur. Mereka biasanya akan tampil di Gion Corner di Gion, Kyoto.

3. Ube



Jauh dari hiruk pikuk metropolitan Jepang, kota Ube menawarkan pemandangan taman kota, seni patung dan kedamaian hati tatkala bunga-bunga sakura bersemi. Ube bukanlah kota besar, tetapi ia menawarkan kenyamanan bagi para pendatang. Kota ini berada di bagian paling barat dari pulau Honshu. Bila melalui jalur darat, Ube berada di jalur utama penghubung antara Fukuoka di Pulau Kyushu dengan Tokyo, karena itulah jarang sekali pelancong yang singgah ke kota ini.
Tokiwa Koen atau taman Tokiwa menjadi ikon bagi kota Ube, dan sekaligus kebanggaan warga. Di taman ini terdapat sekitar 403 patung yang bisa dimainkan para pelancong. Taman ini juga menjadi salah satu lokasi terbaik di Jepang pada musim semi di saat bunga sakura mekar. Hampir 3.500 pohon sakura memanjakan mata saat hanami, aktivitas berkumpul sambil duduk di bawah pohon sakura untuk menikmati keindahan bunganya. Masa mekar bunga sakura sangat singkat, hanya sekitar dua minggu. Hal inilah yang membuat warga Ube selalu menyempatkan diri untuk ber-hanami di Tokiwa Koen.
Ube bisa ditempuh dengan perjalanan yang dimulai dari Bandara Narita, Tokyo. Dari sana dilanjutkan dengan menggunakan bis sekitar satu jam menuju Bandara Haneda dan dari sana menempuh perjalanan selama 45 menit.

4. Maizuru

 Bagi pelancong nama Maizuru mungkin tidak setenar Kyoto. Maizuru merupakan kota kecil di pantai utara Jepang, sekitar 90 menit dari Kyoto. Kota ini dikenal sebagai pangkalan militer Jepang yang dibangun saat terjadinya Perang Dunia dan akrab dijuluki sebagai Kota Repatriasi. Maizuru menjadi pelabuhan utama untuk mengembalikan prajurit Jepang dari Benua Asia pada 7 Oktober 1945 sampai 7 September 1958.
Menara Goro setinggi 50 meter merupakan tempat terbaik untuk menikmati Kota Maizuru. Letaknya tak jauh dari Museum Maizuru Repatriation. Pelancong juga bisa mengunjungi Japan Imperial Navy Memorial Hall. Gedung penuh kenangan ini dibangun pada 27 Mei 1964. Salah satu yang paling menarik adalah lukisan ‘Fukui-Maru’ karya Shotaro Tojo. Lukisan ini menggambarkan pasukan Jepang yang menyelamatkan diri dari kapal Fukui Maru yang nyaris tenggelam. Bingkai lukisan ini terbuat dari bangkai kapal lengkap dengan teritip yang menempel pada bagian pinggirannya.

5. Osaka


Osaka adalah sebuah kota modern yang pemandanganny didominasi oleh gedung-gedung pencakar langit. Tak heran kota ini menjadi salah satu pusat perbelanjaan terbesar di Jepang. Den Den Town adalah kawasan pusat perbelanjaan bagi para kolektor mainan dan video games. Dari sekian banyak toko yang terdapat di kawasan ini, Den Den Land merupakan tempat yang paling menarik perhatian. Sementara kawasan Namba merupakan pusat perbelanjaan besar di Osaka.
Di Osaka pelancong juga bisa mengunjungi pusat pembuatan ramen, yang merupakan seluk beluk sejarah ramen sebagai santapan khas Jepang. Pelancong juga bisa belajar cara pengolahan ramen secara langsung di Instan Ramen Museum.

Untuk melakukan serentetan perjalanan ke kota-kota wisata Jepang ini Anda bisa melakukan perjalanan dengan memulainya dari Shirakawa ke Maizuru lalu ke Kyoto. Dari Kyoto Anda bisa menentukan pilihan bisa menuju Ube atau Osaka. Jika Anda memilih Osaka, kota ini bisa menjadi titik  awal Anda menuju Ube dan kembali ke Osaka dan berakhir di Tokyo.  Pilihan lain menuju Ube bisa juga ditempuh dari kota Tokyo.

Cara Daftar Bebas Visa ke Jepang Bagi Pemilik e-Paspor



Akhir tahun 2014 silam, Indonesia sempat merasakan euforia atas pengumuman yang disampaikan oleh pemerintah Jepang terkait bebas visa yang ditawarkannya. Namun setelah mendapatkan konfirmasi yang lebih konkrit, bebas visa ternyata hanya berlaku untuk kunjungan bagi Warga Negara Indonesia (WNI) yang bersifat jangka pendek atau tak lebih dari 15 hari. 


 Source: liputan6.com
Tak hanya itu, mereka juga menetapkan syarat-syarat penting lainnya, seperti:
(a)Bebas visa dikhususkan bagi mereka yang memiliki e-paspor atau paspor yang memiliki IC chip di dalamnya. Syarat ini ditujuan agar paspor dapat terbaca secara langsung oleh komputer di imigrasi bandara-bandara Jepang.
(b)Paspor terlebih dahulu harus didaftarkan ke Kedutaan Besar Jepang sebagai catatan perjalanan bebas visa pertama ke Jepang.

Bagi WNI yang sudah melakukan registrasi e-paspor akan diberikan stiker bebas visa oleh Kedubes Jepang/Konsulat Jenderal/Kantor Konsulat dengan ketentuan berikut:
1. Tujuan perjalanan: Kunjungan singkat (wisata, bisnis, kunjungan keluarga, kunjungan teman atau kunjungan singkat lain) 
2. Masa tinggal : 15 hari 
3. Masa berlaku : 3 tahun atau sampai batas akhir berlaku paspor
4. Persyaratan dokumen : e-paspor
5. Biaya : gratis 
6. Proses registrasi : 2 hari kerja 
Form registrasi paspor

Tata cara registrasi pra keberangkatan:

1. Pemohon atau perwakilan pemohon membawa e-paspor dan registrasi form ke Kantor Kedutaan Besar Jepang/Konsulat Jenderal/Kantor Konsulat di Indonesia untuk diregistrasi.

2. Kedutaan/Konsulat Jenderal/Kantor Konsulat akan menerima berkas permohonan, melakukan proses registrasi, menempelkan stiker bebas visa, dan menyerahkannya pada pemohon kembali.

3. Yang bersangkutan dapat melakukan perjalanan ke Jepang untuk masa tinggal maksimal 15 hari, berkali-kali hingga masa berlaku stiker tersebut habis, tanpa perlu melakukan registrasi lagi di tiap kali perjalanan.

4. Bagi pemohon bebas visa yang tidak dikabulkan permohonannya, harus melakukan permohonan visa seperti biasa

Catatan penting yang perlu diingat WNI:

1. WNI pemegang paspor selain e-paspor tetap memerlukan visa untuk masuk ke Jepang. Bebas visa hanya berlaku untuk kunjungan maksimal 15 hari, bila berencana untuk tinggal lebih dari 15 hari, atau tujuan bekerja di Jepang, wajib mengajukan permohonan visa dengan mengikuti peraturan yang berlaku.

2. Bila ada penggantian paspor atau perubahan nama di paspor, wajib melakukan registrasi kembali dengan mengikuti ketentuan yang berlaku.

3. WNI pemegang e-paspor yang masuk ke Negara Jepang tanpa melakukan registrasi bebas visa sebelumnya, akan dicekal di Bandara Jepang. Karena itu, registrasi ini wajib dilakukan sebelum keberangkatan. Selain itu, ada kalanya petugas Imigrasi Bandara akan menanyakan tujuan kedatangan, masa tinggal, ataupun informasi lainnya yang dibutuhkan, termasuk diminta untuk menunjukan tiket pulang-pergi maupun tiket menuju Negara lain. Dari hasil tanya jawab oleh petugas Imigrasi tersebut dimungkinan yang bersangkutan tidak dapat masuk ke Jepang.

4. Bagi WNI yang pernah dideportasi, dalam masa cekal, pernah melakukan pelanggaran hukum baik di Jepang dan atau pelanggaran hukum di Negara lain dan pernah menjalani masa tahanan 1 tahun atau lebih, tidak dapat masuk ke Jepang meskipun setelah berlakunya sistem registrasi pra keberangkatan.

Powered by Blogger.