Sepatu ku Membawa ku Memandang Indonesia. Atas, Bawah, Laut & Darat, Ia Kaya!

Showing posts with label jejalan. Show all posts
Showing posts with label jejalan. Show all posts

7 TIPS DAPATKAN LIBURAN HEMAT DAN MURAH


source: bhutantravelshop.com
Bagi para travel junkie (pecandu wisata, red), membuat daftar perjalanan barang tentu adalah suatu kewajiban. Berwisata dinilai sangat bermanfaat untuk menambah pengetahuan budaya dan bertemu dengan orang-orang baru. Berwisata sesering mungkin memang tak jadi soal bagi mereka yang punya banyak uang, lalu bagaimana dengan para travel junkie yang tak punya banyak simpanan biaya khusus untuk travel? 

Nah, berlibur bukan berarti harus mahal bukan? Bila Anda ingin menjelajah beragam tempat wisata baik manca negara atau local tanpa harus mengeluarkan banyak biaya, maka cobalah 7 tips mendapatkan liburan hemat dan murah ini. 

#1 Berburu objek wisata dan tiket murah
Banyak orang yang merencanakan liburan tanpa persiapan dari jauh hari, sehingga mustahil bisa mendapat harga yang lebih murah dengan beragam diskon-diskon menariknya. Begitu pula dengan akomodasi seperti tiket dan penginapan sepatutnya segera diburu jauh-jauh hari sebelumnya. Manfaatkanlah layanan internet untuk menemukan beragam promo liburan murah ini. 

#2 Pilih liburan di hari biasa
Kita tentu tahu bahwa hari liburan adalah waktu beragam wisata akan penuh dan padat. Disamping itu, harga wisata pun akan cenderung lebih tinggi dari hari-hari biasanya. Nah, cara efektif untuk menikmati perjalanan liburan murah dan hemat, Anda dapat memilih wisata di hari-hari biasa. Jadi ajukan cuti kerja Anda selagi tersisa untuk menikmati wisata murah dan menyenangkan ini. 

#3 Menumpang penginapan atau angkutan
Berlibur juga perlu kecerdasan. Bila Anda hanya punya uang pas-pasan, maka Anda dapat menghemat pengeluarkan dengan cara menumpang di rumah rekan/saudara dan Hitch Hike (menumpang angkutan, red). Cara ini bisa dilakukan saat wisata ke luar dan di dalam negeri. Seperti yang biasa dilakukan para pendaki gunung di Indonesia yang seringnya memanfaatkan tumpangan mobil angkutan menuju pos pendakian di daerah tertentu. 

#4 Perbanyak jalan kaki
Bila Anda sudah tiba di tempat wisata, maka hal yang paling baik untuk dapat menghemat biaya adalah dengan kebiasaan berjalan kaki dibanding menyewa ojek atau mobil yang cenderung memasok harga yang cukup mahal. Terutama bila Anda hanya sekedar berwisata di sekitar kota. Selain lebih hemat, Anda juga akan lebih menikmati setiap sudut berbeda yang menambah pengetahuan Anda. 

#5 Makan di tempat jajanan murah
Akan banyak tempat jajanan tradisional dan murah meriah yang Anda temui di setiap tempat tujuan wisata. Bila Anda tak ingin menghamburkan biaya lebih hanya untuk menikmati makanan mahal, tak ada salahnya menikmati makanan tradisional daerah atau kota yang Anda tuju sembari mempelajari kekayaan menu makanannya. Akan jauh lebih seru bukan? 

#6 Tanyakan teman yang berpengalaman
Sebelum memilih tempat tujuan liburan, ada baiknya bila Anda menanyakan informasi tentang wisata yang Anda ingin kunjungi kepada rekan komunitas atau teman yang sudah berpengalaman. Para rekan di komunitas backpacker misalnya, adalah sumber informasi yang dapat memberi Anda trick berhemat biaya selama menikmati liburan. Proaktiflah menjalin komunikasi dengan beragam group pecinta wisata baik lewat email, atau media sosial Anda. 

#7 Ikut paket wisata
Tak semua paket wisata yang ditawarkan mahal. Justru seperti pengalaman penulis saat berkunjung ke Kepulauan Seribu, paket wisata malah jauh lebih murah dan lengkap. Anda tak perlu repot mencari tiket transportasi, penginapan dan keperluan lainnya menuju tempat wisata karena sudah termasuk dalam paket wisata. Anda hanya butuh sedikit usaha mencari dan memperbandingkan harga paket tour & travel yang ada, lalu sepakati! 

Jadi masalah biaya bukanlah penghambat bagi Anda untuk dapat menikmati liburan ke berbagai tempat wisata yang dapat mempertemukan Anda dengan banyak hal baru di sana. Anda hanya perlu mempersiapkan rencana liburan Anda jauh-jauh hari sebelumnya.

(lori simamora/jawaban.com)

Jogja-Solo, A Little Bit Off the Beaten Path (1)



Setiap kali wisatawan yang saya tanyakan seputar Yogyakarta, satu kalimat yang selalu terucap, yaitu “kota yang ngangennin banget”. 

Namun buat saya yang pertama kali berkunjung ke kota yang kental dengan budaya Jawa Keraton ini adalah ketenangannya. Ahh, Ijinkanlah aku untuk s’lalu pulang lagi (Kla Project ~Yogyakarta). 

Bulan Maret tepat liburan panjang, jejalan di mulai lagi. Jalan kali ini sedikit mengharu biru. Sebagai pejalan yang nggak pengen hamburin uang lebih untuk jalan, maka trip backpacker kembali diluncurkan. Prinsip ‘jejalan hemat’ tetap dipegang, dan hingga pada akhirnya kami harus sudah pesan tiket kereta satu bulan sebelumnya. Jakarta (Senen)- Semarang (Tawang) – Yogyakarta – Solo – Bandung. Quite long right? It’s called a little bit off the beaten path (nyengir). 

Naik kereta api kelas bisnis sih terbilang nyamanlah. Tapi jangan harap dengan kereta api kelas ekonomi, sesuatu yang tragis akan terjadi dengan tulang-tulang kamu guys. *just info




Nah, tibalah perjalanan ( 2 cowo + 4 cewe) ini dimulai. Saya masih ingat lama perjalanan dari Senen – Tawang itu mulai dari pukul 08.00 malam (Jakarta) – 4.00 subuh (Semarang). Dari sana, kami naik bus tujuan Yogyakarta yang namanya lumayan kontroversial buat saya dan salah satu teman, yakni bus bertuliskan ‘sumber waras’ – bus yang aneh ya. 

Dalam perjalanan Semarang – Yogyakarta, kita bakal lewatin kota Magelang yang nggak asing dengan kota dimana bangunan sejarah Candi Borobudur berada. Jarak dari kota Magelang ke dalam candi memakan waktu kira” 1 jam. Wisata yang satu ini jadi salah satu favorit para wisatawan, hal ini udah jadi rahasia umum guys. Nah, perjalanan ke Yogyakarta memakan waktu 4 jam. Setiba disana, kita langsung ke Parangtritis.
Satu hal yang paling membuat saya terkesan pertama kali tiba di Yogyakarta adalah unsur seninya yang sangat kuat. Ada saja ukiran-ukiran dan patung-patung yang erat hubungannya dengan unsur-unsur budaya kerajaan atau Keraton di sepanjang jalan yang kita lalui. Selain itu, kesederhanaan dan keramahan masyarakatnya menjadi pemandangan yang patut disyukuri. 

Sayangnya, Pantai Parangtritis yang terletak sekitar 27 km di bagian Selatan Kota Jogja ini tak berhasil membuat saya terkesima atau takjub. Suasana dan pemandangannya terbilang biasa saja. Hanya bedanya terletak pada ombaknya yang ganas dan kerap disebut-sebut misterius. Hampir tak ditemukan aktifitas nelayan atau olahraga berselancar di sana.





Setelah puas bercengkrama dan menikmati semilir angin sorenya, kami pun beranjak menuju kota berencana menginap semalam, mencicipi kebiasaan malam di pinggiran jalan Malioboro - salah satu tujuan besar wisatawan. Di sana, saya kembali takjub dengan banyaknya angkringan unik dan seru, salah satu budaya Indonesia yang kudu dilestariin, yakni makan dilesehan. Malam itu kami makan lesehan dipinggiran jalan dengan penerangan yang seadanya namun terasa sangat menyenangkan. Suasana disekelilingnya ramai sekali, rembulan bahkan begitu gemerlapnya. Semalam suntuk Yogyakarta dengan beragam jajanannya, kesibukannya dan budayanya pun jadi milik kami. 





Jogja itu disebut kota serba murah. Bayangkan, angkringan yang disebut juga nasi kucing saja hanya Rp5 ribu paling banter, dan kita udah kenyang banget. Selain itu, ada yang lebih unik lagi yakni menu 'KOPI JOSS' nya. Kopi ini disedu dengan air mendidih bersama gula dan kopi bubuk, lalu ditambahkan dengan arang panas. Saat arang panas dicelupkan, maka terdengarlah bunyi josss pada kopi. Rasanya yang khas dan panas akan menemani Anda menikmati kota Yogyakarta di malam hari. Kopi Joss sudah jadi minuman khas angkringan di Jogja. Kopi ini dikenal berkhasiat menghilangkan penyakit seperti kembung, mules yang telah dipercaya dari masa ke masa. Hmm, minuman aneh yang belum pernah saya jumpai dimana pun kecuali di Jogja.

Malioboro, bagian Yogyakarta yang berbatasan dengan Tugu dan Stasiun Kereta Api Jogja tampak sangat sumpek oleh wisawatan dari berbagai kota. Satu dengan yang lainnya sibuk memasuki satu toko ke toko lain yang berjejer sepanjang Malioboro. Para wisatawan kelewat sibuk di sana sini memilih buah tangan untuk dibawa pulang. Yang pasti jangan harapkan bila tempat yang satu ini menawarkan Anda suasana tenang dan teduh. 

Dan dipenghabisan berjejalan di Yogyakarta kali ini ditutup dengan trend selfie masa kini. Prambanan, Keraton dan beragam wisata lain yang masih tertunda dikunjungi saat itu, bisa saja jadi alasan bagi saya untuk kembali lagi di lain waktu. 
 
-------------------------Lori Mora----------------------------

Powered by Blogger.