Sepatu ku Membawa ku Memandang Indonesia. Atas, Bawah, Laut & Darat, Ia Kaya!

Showing posts with label Yogyakarta. Show all posts
Showing posts with label Yogyakarta. Show all posts

Libur Panjang ke Yogyakarta? 7 Destinasi Wisata Gunung Kidul Ini Wajib Kamu Samperin



sumber: arlisajati.blogspot.com
Berwisata ke Yogyakarta emang nggak ada bosennya. Selain kaya akan budaya dan sejarahnya, Yogyakarta juga kaya akan pesona alamnya. Beberapa diantara pesona alamnya yang pastinya tak terlupakan bagi pelancongnya adalah pesona pantai Parangtritis, Candi Borobudur dan juga Kalibirunya.

Tapi siapa bilang Yogyakarta hanya punya daya tarik itu saja, di sudut lain terdapat tempat wisata bernama Gunung Kidul.Berlokasi di pesisir selatan Pulau Jawa, tepatnya sekitar 48 km dari pusat kota Yogyakarta, Gunung Kidul adalah daerah wisata yang sedang naik daun. Meskipun daerahnya tergolong kering dan tandus, tapi deretan pantai pasir putih nan eksotis siap menyambut Anda. Namun bukan hanya terkenal oleh pantainya, Gunung Kidul memiliki berbagai tempat wisata yang sangat cocok untuk para pencinta kegiatan yang memacu adrenalin, seperti pegunungan api purba, air terjun dengan aliran yang deras, dan yang paling terkenal adalah gua dengan sungai bawah tanahnya. 

Buat kamu yang sudah bersiap meluncur kemuju Yogyakarta meikmati liburan panjang, 7 destinasi Gunung Kidul ini wajib kamu samperin.

1. Goa Pindul
Goa Pindul berlokasi di Dusun Gelaran 1, Desa Bejiharjo, Karangmojo, dan memiliki aliran sungai bawah tanah sepanjang 300 meter. Di sini, Anda bisa menyusuri aliran sungai yang mengalir di dalam gua dengan menggunakan ban dan kegiatan ini dikenal dengan istilah “cave tubing”.  Anda bisa menyusuri aliran sungai ini hanya dengan membayar tiket sebesar Rp 35.000 yang sudah termasuk fasilitas ban, pelampung, helm, sepatu, asuransi, dan guide. Aliran sungainya yang dingin dan tenang bisa Anda nikmati selama lebih kurang 50-60 menit. 

2. Pantai Timang
Jika Anda mengaku pemberani dan gemar menguji nyali, cobalah ke Pantai Timang. Di pantai ini, ada sebuah batu besar yang terletak di tengah laut dan bernama Batu Panjang. Untuk menuju ke batu itu, Anda bisa menyebrangi lautan sejauh lebih kurang 100 meter dari pinggir pantai dengan menggunakan kereta gantung tradisional yang terbuat dari bambu, kayu, dan tali plastik. Untuk menyebrangkan Anda, beberapa orang akan menarik kereta itu. Selama beberapa menit Anda akan terombang-ambing di tengah kencangnya angin dan deburan ombak. Berani mencobanya? 

3. Gunung Api Purba Nglanggeran
Gunung Api Purba Nglanggeran terletak di Desa Nglanggeran, Kecamatan Patuk. Tingginya hanya 700 mdpl, sehingga Anda tidak butuh waktu terlalu lama untuk mendakinya, hanya sekitar satu jam. Gunung ini memiliki dua puncak, yaitu puncak timur yang cocok untuk menikmati matahari terbit dan puncak barat yang cocok untuk menikmati matahari tenggelam. Dari puncak, Anda juga bisa menikmati pemandangan Embung Nglanggeran atau kolam kecil yang sangat menawan. 

4. Air Terjun Sri Gethuk
Berlokasi di Dusun Menggoran, Desa Bleberan, Kecamatan Playen, Air Terjun Sri Gethuk adalah salah satu air terjun paling terkenal di kalangan wisatawan. Yang membuatnya unik adalah air terjun ini memiliki dasar bebatuan yang berundak yang tampak sangat memesona. Untuk menuju ke sini, Anda bisa berjalan menyusuri setapak dengan pemandangan sawah dan pohon kelapa, atau menggunakan rakit melawan arus Sungai Oya. 

5. Pantai Siung
Terletak di Dusun Wates, Desa Purwodadi, Kecamatan Tepus, Pantai Siung adalah sebuah pantai di area Gunung Kidul yang populer di kalangan pencinta olah raga panjat tebing. Mengapa? Karena bebatuan karang berukuran sangat besar mengelilingi Pantai Siung. Di sepanjang tebing Anda bisa menemui banyak jalur pemanjatan dengan tingkat kesulitan yang berbeda-beda. Jangan lupa siapkan peralatan panjat tebing Anda jika berencana ke sini.

6. Goa Jomblang
Goa Jomblang adalah satu dari sekian banyak goa yang berada di Gunung Kidul. Terletak di Desa Pacarejo, Kecamatan Semanu, Goa Jomblang terkenal akan “cahaya surga”nya. Tapi bukan itu saja, Goa Jomblang juga terkenal karena cara masuknya yang berbeda dari gua pada umumnya. Di sini, Anda harus masuk secara vertikal dan Anda akan mendarat di area Hutan Purba yang memiliki vegetasi unik. Anda pun tidak bisa memasukinya secara sembarangan, karena Anda membutuhkan peralatan khusus dan juga pendamping untuk menjelajahinya. Sedikit tips jika Anda ingin mendapatkan pengalaman “cahaya surga” di Goa Jomblang, datanglah sekitar pukul 10-12 siang. 

7. Curug Luweng Sampang
Berlokasi di Desa Sampang, Kecamatan Gedangsari, Curug Luweng Sampang masih tergolong jarang didatangi wisatawan karena lokasinya yang masih agak sulit ditemukan. Tapi, karena ini juga lah berarti Anda masih bisa bebas berenang di sungai yang berair sejuk, serta menjelajah berbagai terowongan dan ceruk yang tersembunyi di balik curug ini. Bukan itu saja, keunikan pola bebatuannya terlihat sangat cantik dan bisa membuat Anda seolah-olah sedang berenang di antara ngarai. Indah ya?

Buat apalagi nunggu lama, yuk buruan nikmati liburan seru kamu di sini!

Yogyakarta : Cerita Backpaking ke Kalibiru (Part 2)

Yogyakarta, 10 April 2015 
____________________________________________________________________________


A picture can tell a thousand words,
but a few words can change it’s story…
Sebastyne Young
_____________________________________________________________________________
Yup, maybe a picture really worth a thousand words.

Masih dengan cerita perjalanan yang sama. Setelah menyelesaikan misi outbound yang cukup menguras tenaga, aku lalu menyempatkan diri mengabadikan beberapa potong pemandangan lainnya. Ikuti rentetan gambar ini :

Pesona Waduk Sermo & Pebukitan Menoreh dari puncak Kalibiru

Gambar di bawah merupakan anak tangga beton yang disediakan menuju destinasi wisata lainnya berupa pondok penginapan. Spot ini salah satu yang bisa menangkap pesona waduk sermo dengan jelas.
 Sedang gambar di bawah terletak disekitaran menara/rumah pohon.

Saatnya untuk pulang dan menikmati perjalanan lain di Yogyakarta. Gambar di bawah menunjukkan tanjakan jalanan yang harus diempuh pengunjung menuju puncak Kalibiru.

Setelah keluar dari kawasan Wisata Alam Kalibiru, kami diajak mengitari Waduk Sermo, tepatnya jadi jalan utama yang harus dilalui untuk pulang.
Wefie di tepian Waduk Sermo

Baca baik-baik peraturannya ya teman-teman!! Kita patut bersyukur sih karena nggak ada larangan buat nggak bisa selfie-selfie-an :D.




Demikian sepenggal perjalanan wisata kami ke Kalibiru traveller..Aku juga bakal sharing seputar pelesiran ke sekitran kota Yogya di artikel selanjutnya...May my writing useful for you all!! See y'...

 

Yogyakarta : Cerita Backpaking ke Kalibiru (Part 1)


Yogyakarta, 10 April 2015 

Bagiku, nikmat lain yang pernah aku rasakan sepanjang melakukan perjalanan adalah berada di tempat dimana tak seorang pun mengenaliku. Aku mengalaminya saat liburan beberapa minggu lalu di bulan April 2015.

Ya, gambar memiliki kekuatan dalam menginterpretasi suatu kejadian. Mungkin begitu juga dengan Anda yang lebih menikmati pola visual dibanding bercerita. Aku akan menggambarkan hari-hari perjalananku di tanah Keraton itu dengan beberapa gambar sederhana yang sempat aku abadikan. 

Tiba di stasiun Jogja pukul 6.30 WIB, lalu segera berangkat menuju Wisata Kalibiru dengan bus kota tujuan Jogja - Wates


Tiba di Pintu Gerbang Wisata Alam Kalibiru



Setiba di gerbang Wisata Alam Kalibiru, Anda harus berjalan mendaki jalan tunggal (lihat gambar). Rasanya akan sedikit melelahkan lantaran jalanan yang cukup menanjak.
Sedkit kelelahan? Anda bisa berhenti sejenak dan duduk santai di kursi kayu yang disediakan di pinggiran jalan..


Setiba di puncak Kalibiru, Anda akan ditawari mencicipi outbound. Tak hanya menikmati keindahan hijaunya pegunungan saja. Lihat betapa kerasnya wanita ini berjuang demi liburan alam yang seharusnya tidak disia-siakan begitu saja.

Step 1 : climbing tebing
Langkah pertama, Anda harus memanjat tebing yang tak lebih dari 2 meter saja. Kedua, Anda menapaki jaring-jaring. Ketiga, melewati seutas tali. 
Step 2 : menapaki jaring-jaring
Step 3 : melewati seutas tali
Keempat, melewati jembatan kayu. Dan the last, bergelantung di flying fox menuju rumah/menara pohon yang jadi daya tarik utama wisata Kalibiru.

 
Step 4 : Menapaki jembatan kayu

Step 5 : Flying Fox menuju menara/rumah pohon


Wefie di atas rumah/menara pohon Kalibiru sembari menikmati hijau dan indahnya Waduk Sermo dari ketinggian. 


Outbound adalah aktivitas pertama yang kami lakukan di wisata alam Kalibiru...Ikuti perjalanan kami berikutnya...

Jogja-Solo, A Little Bit Off the Beaten Path (1)



Setiap kali wisatawan yang saya tanyakan seputar Yogyakarta, satu kalimat yang selalu terucap, yaitu “kota yang ngangennin banget”. 

Namun buat saya yang pertama kali berkunjung ke kota yang kental dengan budaya Jawa Keraton ini adalah ketenangannya. Ahh, Ijinkanlah aku untuk s’lalu pulang lagi (Kla Project ~Yogyakarta). 

Bulan Maret tepat liburan panjang, jejalan di mulai lagi. Jalan kali ini sedikit mengharu biru. Sebagai pejalan yang nggak pengen hamburin uang lebih untuk jalan, maka trip backpacker kembali diluncurkan. Prinsip ‘jejalan hemat’ tetap dipegang, dan hingga pada akhirnya kami harus sudah pesan tiket kereta satu bulan sebelumnya. Jakarta (Senen)- Semarang (Tawang) – Yogyakarta – Solo – Bandung. Quite long right? It’s called a little bit off the beaten path (nyengir). 

Naik kereta api kelas bisnis sih terbilang nyamanlah. Tapi jangan harap dengan kereta api kelas ekonomi, sesuatu yang tragis akan terjadi dengan tulang-tulang kamu guys. *just info




Nah, tibalah perjalanan ( 2 cowo + 4 cewe) ini dimulai. Saya masih ingat lama perjalanan dari Senen – Tawang itu mulai dari pukul 08.00 malam (Jakarta) – 4.00 subuh (Semarang). Dari sana, kami naik bus tujuan Yogyakarta yang namanya lumayan kontroversial buat saya dan salah satu teman, yakni bus bertuliskan ‘sumber waras’ – bus yang aneh ya. 

Dalam perjalanan Semarang – Yogyakarta, kita bakal lewatin kota Magelang yang nggak asing dengan kota dimana bangunan sejarah Candi Borobudur berada. Jarak dari kota Magelang ke dalam candi memakan waktu kira” 1 jam. Wisata yang satu ini jadi salah satu favorit para wisatawan, hal ini udah jadi rahasia umum guys. Nah, perjalanan ke Yogyakarta memakan waktu 4 jam. Setiba disana, kita langsung ke Parangtritis.
Satu hal yang paling membuat saya terkesan pertama kali tiba di Yogyakarta adalah unsur seninya yang sangat kuat. Ada saja ukiran-ukiran dan patung-patung yang erat hubungannya dengan unsur-unsur budaya kerajaan atau Keraton di sepanjang jalan yang kita lalui. Selain itu, kesederhanaan dan keramahan masyarakatnya menjadi pemandangan yang patut disyukuri. 

Sayangnya, Pantai Parangtritis yang terletak sekitar 27 km di bagian Selatan Kota Jogja ini tak berhasil membuat saya terkesima atau takjub. Suasana dan pemandangannya terbilang biasa saja. Hanya bedanya terletak pada ombaknya yang ganas dan kerap disebut-sebut misterius. Hampir tak ditemukan aktifitas nelayan atau olahraga berselancar di sana.





Setelah puas bercengkrama dan menikmati semilir angin sorenya, kami pun beranjak menuju kota berencana menginap semalam, mencicipi kebiasaan malam di pinggiran jalan Malioboro - salah satu tujuan besar wisatawan. Di sana, saya kembali takjub dengan banyaknya angkringan unik dan seru, salah satu budaya Indonesia yang kudu dilestariin, yakni makan dilesehan. Malam itu kami makan lesehan dipinggiran jalan dengan penerangan yang seadanya namun terasa sangat menyenangkan. Suasana disekelilingnya ramai sekali, rembulan bahkan begitu gemerlapnya. Semalam suntuk Yogyakarta dengan beragam jajanannya, kesibukannya dan budayanya pun jadi milik kami. 





Jogja itu disebut kota serba murah. Bayangkan, angkringan yang disebut juga nasi kucing saja hanya Rp5 ribu paling banter, dan kita udah kenyang banget. Selain itu, ada yang lebih unik lagi yakni menu 'KOPI JOSS' nya. Kopi ini disedu dengan air mendidih bersama gula dan kopi bubuk, lalu ditambahkan dengan arang panas. Saat arang panas dicelupkan, maka terdengarlah bunyi josss pada kopi. Rasanya yang khas dan panas akan menemani Anda menikmati kota Yogyakarta di malam hari. Kopi Joss sudah jadi minuman khas angkringan di Jogja. Kopi ini dikenal berkhasiat menghilangkan penyakit seperti kembung, mules yang telah dipercaya dari masa ke masa. Hmm, minuman aneh yang belum pernah saya jumpai dimana pun kecuali di Jogja.

Malioboro, bagian Yogyakarta yang berbatasan dengan Tugu dan Stasiun Kereta Api Jogja tampak sangat sumpek oleh wisawatan dari berbagai kota. Satu dengan yang lainnya sibuk memasuki satu toko ke toko lain yang berjejer sepanjang Malioboro. Para wisatawan kelewat sibuk di sana sini memilih buah tangan untuk dibawa pulang. Yang pasti jangan harapkan bila tempat yang satu ini menawarkan Anda suasana tenang dan teduh. 

Dan dipenghabisan berjejalan di Yogyakarta kali ini ditutup dengan trend selfie masa kini. Prambanan, Keraton dan beragam wisata lain yang masih tertunda dikunjungi saat itu, bisa saja jadi alasan bagi saya untuk kembali lagi di lain waktu. 
 
-------------------------Lori Mora----------------------------

Powered by Blogger.