Sepatu ku Membawa ku Memandang Indonesia. Atas, Bawah, Laut & Darat, Ia Kaya!

PANTAI SAWARNA, A PLACE WHERE YOU NEED SOLITUDE



“lelahnya hati dan pikir ku seakan sirna kala diam memandang mu, ya hanya diam dalam sunyi kita..”  

This is a gorgeous place where I found solitude…

Penatnya rutinitas, bisingnya sekitar dan lelahnya tubuh dengan segala beban yang ada mengingatkan ku bahwa wisata adalah jalan keluar. Seperti kebiasaan  ku dimasa silam, berjejalan seakan membawaku menemukan diri ku yang tanpa beban. I’m free!!
Benarlah bahwa untuk memperoleh suatu hal yang berharga, harus dibayar dengan upaya yang setimpal. Demikian hasil perjalanan ‘menaiki gunung dan menuruni lembah’ ini, kami berlabuh di tempat yang indah, Pantai Sawarna, pelarian terakhir. Tepat di perayaan paskah kemarin (18-20 April). Aku dan dua teman lainnya memutuskan untuk berani-beranian tanpa guide ke tujuan wisata yang masih tergolong baru ini. Hasilnya, sepatu ku membawaku ke tempat yang tepat menikmati bau pantai dan ketenangan.
Pelabuhan Ratu Beach
Sejak tahun 2000-an, pantai ini mulai banyak dikunjungi sebab masih tergolong pantai perawan yang masih belum disentuh oleh pemerintah. Pantai Sawarna terletak di Desa Sawarna, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Banten. Berangkat dari Pelabuhan Ratu-Sukabumi, rute yang kami tempuh, memakan waktu sekitar dua jam dengan kendaraan roda empat. Sepanjang rute yang ditempuh menuju Sawarna terdapat banyak sekali spot-spot indah yang sangat jelas memanjakan mata kita dengan hamparan pantai-pantai birunya. 
Icon Sawarna


Setibanya di Sawarna, pengunjung sudah dipikat dengan tantangan melewati jembatan pendek dan sempit yang memisahkan Desa Sawarna dengan aliran sungai dangkal. Jembatan kayu itu menjadi gerbang masuk menuju pantai Sawarna. Bila Anda pecinta alam dan penggemar outbound, maka anda akan sangat menyukainya.

Setelah melewati jembatan, Anda akan disuguhkan pemandangan laiknya ubud dengan hamparan petak-petak lahan padi yang menghijau. Gorgeous! Setelahnya, mata Anda akan dimanjakan dengan pantai pasir putihnya hingga batu karang kembar di pinggiran lautnya.
Ombak pantai yang begitu kencang, merupakan dampak dari hempasan ombak spektakuler Samudera Hindia. Lanskap keindahan alamnya tercover dalam balutan barisan bukit hijaunya, pasirnya yang putih dan airnya yang biru. 
Surfing


Bagi anda pecinta selancar atau surfing, kabar baik buat Anda. Pantai Sawarna sangat potensial dijadikan sebagai spot untuk melampiaskan hobby olahraga ini. Ombaknya yang cukup besar, jadi alasan bagi banyak wisatawan lokal maupun manca negara untuk berkunjung. Seperti pengalaman saya kala itu, sejumlah pria-pria mancanegara tengah seru-serunya berselancar diantara tingginya ombak laut. Rasanya menyenangkan dapat melakukan hal serupa.
Tak hanya itu, landskap nya yang indah menjadi sarang bagi para fotografer berburu gambar. Bagi Anda yang hendak menggelar pre-wedding, Sawarna sangat direkomendasikan jadi background. Di jamin undangan pernikahan Anda bakal diserbu!!
Untuk Anda yang menempuh cara traveling laiknya kami, backpaker sejati, maka Anda hanya perlu merogoh kocek paling banter 500 ribu perjalanan pulang pergi. Untuk menempuhnya terdapat dua rute, yakni dari Jakarta ke arah Barat via Pandeglang (sekitar 6-7 jam) dan Jakarta ke selatan via Pelabuhan Ratu di sukabumi- rute yang kami pilih (sekitar 4 jam). Dari rute ini, Anda akan disuguhi pemandangan alam yang indah, seperti perkebunan dan perkampungan.
Baik di Pelabuhan Ratu maupun di Sawarna banyak menyediakan penginapan dari yang cheap hingga exclusive a.k.a mahal, harga mulai dari 150 ribu per malam. Pelayanannya pun berbeda-beda.
Di Sawarna, jejak kaki itu ku tinggalkan berharap dapat kembali lagi dan menyusuri pantai-pantai eksotis lainnya yang ngak kalah indah dari Sawarna. 


Note:
-Bagi Anda yang ingin tahu lebih banyak silahkan kunjungi situs ini: http://www.indonesia.travel/id/destination/641/pantai-sawarna
-Untuk berjejalan dengan backpacker, ada baiknya Anda menguasai dan mengenal lokasi yang Anda tuju.
-Setelah menikmati Sawarna, bagikan pengalaman Anda kepada orang lain.
(@loreiy – twitter & Lori Simamora – Facebook)
Powered by Blogger.