Sepatu ku Membawa ku Memandang Indonesia. Atas, Bawah, Laut & Darat, Ia Kaya!

PETUALANGAN:Persahabatan,Cinta, dan Passion



Aku masih tetap mengucapkan beribu syukur bagi Sang Agung karena dengan kemurahannya melimpahkanku berlipatkali ganda keselamatan dan perjalanan hidup yang berwarna. Seperti ketika aku mengharapkan untuk terus berjalan mengarungi tempat-tempat dimana aku menemukan kehadiran Ilah Agung, persahabatan, keindahan, damai, pengetahuan, pengalaman dan cinta.

Senyuman-senyuman manis kerap kali menjadi perekat pertalian antara kita. Segala cerita seolah bersatu padu menebarkan tawa bagi semua yang mendengarnya. Dan ketika aku menyudutkan diri di sisi lain dari kebersamaan yang hangat itu, aku sedang menyimpan asa-tekat kuat untuk selalu mengabadikan setiap penggal waktu yang kita lewati bersama dalam coretan tangan yang menggambarkan senyum simpul dari bibirku ketika menyaksikan kau memberi nafas bagi setiap ruang dimana kita ada.

Segalanya tentang alam, gunung, danau, pantai, dan peradaban kota. Disana melewati pengembaraan jiwa yang ingin bertatap muka dengan hidup yang sesungguhnya. Menjalani waktu terus melaju melewati pagi, siang hingga malam dan merasakan udara dingin yang menusuk kulit dipagi hari, mengalami sengatan matahari di siang hari, belaian hutan-hutannya, gemuruh suara sungainya yang mengalir deras, rintik hujannya dan kebiasaan manusia mencari makan dalam bentuk yang sangat primitif.

Berulang kali menghadapi keserakahan manusia akan uang, kebiadaban manusia terhadap perilaku, dan berulang kali suhu emosi memuncak dan mengubun kala menghadapi kesemrautan perilaku. Itu jiwa kita yang tak mau tunduk oleh penindasan dan ketidakadilan. Kita berontak dengan sedikit hal yang menyimpang. Kita sadar dan berdaulat atas KASIH yang saling memberi dengan ketulusan. 

Kita jalani segala sudut itu, pebukitan yang mengitari danau luas dan tersohor itu, gunung termegah dan berat itu, air ajaib yang jatuhnya tinggi menjulang, pantai dengan golungan ombaknya serta peninggalan peradaban manusia yang paling memukai di kota kita akhirnya sudah kita taklukkan. Dan kejujuran dari dalam hati lebih baik dari pada kepura-puraan dari mulut yang berkata manis. Ku lihat dari hati kita terpancar rasa kagum yang tak terkira ketika telah sampai disana. Aku tersenyum simpul sembari berbisik pada Dia-Sang Agung “Trimakasih telah menghantarkan ku dan teman-temanku ketempatmu yang indah ini”. Aku bahagia karena kita punya satu rasa, satu passion yang sama.  

Dan satu masa yang melebihi dari itu adalah ketika leluconmu membangunkan seluruh teman lain yang telah tertidur. Tak ada alasan untuk tidak tertawa membahana mendengarnya, tak tertahankan sampai tak lagi ada diantara kita sekat untuk tidak saling mengenaL Keakraban itu melebur. Kedekatan itu mengalir tanpa ada aturan. Dan kita bercerita tentang alam, tentang Indonesia dan tentang sesuatu yang berhubungan dengan itu. Dan aku tetap menjadi penilai diantara kita, penilai yang mengukur luas pengetahuan, besar impian dan kekagumanmu akan objek yang kita bincangkan. 

Melaluimu teman, teguhlah pula passion yang menggelora di hati itu. Sebuah passion yang tumbvh dari kecintaan kita untuk bertualang, kebersamaan kita dalam tawa, persahabatan kita, Indonesia kita yang mempesona dan cinta yang tumbuh tanpa disadari diantara kita. Cinta yang saling mamahami lewat tatapan mata. Cinta yang tetap tertanam didalam hati yang sulit untuk dilepas dan menjadikannya sebagai bahan bakar semangat dan inspirasi. Inspirasi untuk menggapai segala angan, cita, mimpi dan bahagia. 

Dan hasrat terdalam yang tetap tertanam rapat dalam hatiku. Ketakutan dan juga rasa risau setelah itu adalah ketika kita berpisah. Ketika kita harus kembali keperadaban manusia yang penuh dengan segala aturannya, kesesakannya, dan ruang kita yang tak lagi berdekatan. Aku takut bilamana keakraban itu tak akan pernah lagi ada. 

Seperti masa-masa Pertemuan dan Perpisahan. Seperti ketika kita bertemu dengan seseorang yang kita tidak kenal dan pergi tanpa meninggalkan kesan apa-apa. Seperti juga ketika harus kehilangan teman-teman berkelana sepanjang waktu. 

Namun rasa takut itu semakin memberanikanku untuk terus melakukan perjalanan berikutnya, perjalanan yang bagiku adalah segalanya. Dan petualangan kita bagiku adalah kenangan, kenangan yang tak akan pernah pudar sedikitpun, tak akan pernah hilang. Dan senyum, tawa, canda, dan kegaduhan kita adalah kehangatan dari tali persahabatan yang semakin akrab dan closer. 

Semoga bertemu lagi dengan orang-orang seperti kalian yang pernah dekat dan simpati :)

No comments

Post a Comment

Powered by Blogger.